Pencarian

Custom Search
Showing posts with label Usaha Kecil Menengah. Show all posts
Showing posts with label Usaha Kecil Menengah. Show all posts

Entrepreneur? Pelajari Sikap, Ciri dan Sifat watak Wirausaha Ini | Peluang Kerja sampingan Sebagai Owner Entrepreneurs

Entrepreneur? Pelajari Sikap, Ciri dan Sifat watak Wirausaha Ini | Peluang Kerja sampingan Sebagai Owner. Sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:

Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan.

Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.

Komitmen Tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya.

Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.

Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.

Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.

Mandiri
Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.

Realistis
Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.


KATA KUNCI KEYWORDS:
Peluang Kerja sampingan,Bisnis Internet,Internet Marketing,Belajar Bisnis,Belajar Bisnis Internet,Belajar Bisnis Online,Belajar Internet Marketing,Informasi Peluang Bisnis, Peluang Usaha, Usaha Kecil Menengah, franchise Indonesia, bisnis Waralaba, Wirausaha, Pengusaha sukses, Cara Bisnis,Bisnis Online Di Rumah,bisnis online gratis,bisnis sampingan,Entrepreneurship,Bisnis sampingan ibu rumah tangga dari rumah,Peluang Kerja sampingan ibu rumah tangga,Bisnis untuk Ibu Rumah Tangga,Peluang Bisnis Ibu Rumah Tangga 2012,Bisnis sampingan ibu rumah tangga, Wirausaha
Baca Selengkapnya...

Sejarah dan Defenisi Kewirausahaan (Entrepreneurship) | Belajar Bisnis Wirausaha Untuk Bisnis Pemula

Sejarah kewirausahaan dimulai dari periode awal yang dimotori oleh Marcopolo. Dalam masanya, terdapat dua pihak yakni pihak pasif dan pihak aktif. Pihak pasif bertindak sebagai pemilik modal dan mereka mengambil keuntungan yang sangat banyak terhadap pihak aktif. Sedangkan pihak aktif adalah pihak yang menggunakan modal tersebut untuk berdagang antara lain dengan mengelilingi lautan. Mereka menghadapi banyak resiko baik fisik maupun sosial akan tetapi keuntungan yang diperoleh sebesar 25%.

Kewirausahaan berkembang di periode pertengahan, pada masa ini wirausahawan dilekatkan pada aktor dan seorang yang mengatur proyek besar. Mereka tidak lagi berhadapan dengan resiko namun mereka menggunakan sumber daya yang diberikan, yang biasanya yang diberikan oleh pemerintah. Tipe wirausahaawan yang menonjol antara lain orang yang bekerja dalam bidang arsitektural.

Di abad 17, seorang ekonom, Richard Cantillon, menegaskan bahwa seorang wirausahawan adalah seorang pengambil resiko, dengan melihat perilaku mereka yakni membeli pada harga yang tetap namun menjual dengan harga yang tidak pasti. Ketidakpastian inilah yang disebut dengan menghadapi resiko.

Berlanjut di abad ke 18, seorang wirausahawan tidak dilekatkan pada pemilik modal, tetapi dilekatkan pada orang-orang yang membutuhkan modal. Wirausahawan akan membutuhkan dana untuk memajukan dan mewujudkan inovasinya. Pada masa itu dibedakan antara pemilik modal dan wirausahawan sebagai seorang penemu.

Sedangkan di abad ke 19 dan 20, wirausahawan didefinisikan sebagai seseorang yang mengorganisasikan dan mengatur perusahaan untuk meningkatkan pertambahan nilai personal. Pada abad 20, inovasi melekat erat pada wirausahawan di masa sekarang.

Ada kerancuan istilah antara entrepreneurship, intrapreneurship, dan entrepreneurial, dan entrepreneur.

1. Entrepreneurship adalah jiwa kewirausahaan yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas kewirausahaan juga kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur.

2. Intrapreneurship didefinisikan sebagai kewirausahaan yang terjadi di dalam organisasi yang merupakan jembatan kesenjangan antara ilmu dengan keinginan pasar.

3. Wirausahawan (entrepreneur) didefinisikan sebagai seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan asset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya, dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru.

4. Entrepreneurial adalah kegiatan dalam menjalankan usaha atau berwirausaha.

Inventor dan Entrepreneur
Berikut ini beberapa perbedaan antara inventor dan entrepreneur. Inventor didefinisikan sebagai seseorang yang bekerja untuk mengkreasikan sesuatu yang baru untuk pertama kalinya, ia termotivasi dengan ide dan pekerjaannya. Inventor pada umumnya memiliki pendidikan dan motivasi berprestasi yang tinggi. Menurutnya, standar kesuksesan bukanlah dari moneter semata tetapi dari hak patent yang didapatnya.

Sedangkan wirausaha atau entrepreneur lebih menyukai berorganisasi daripada menemukan sesuatu. Ia mengatur dan memastikan agar organisasinya berkembang dan bertahan. Entrepreneur berupaya mengimplementasikan penemuannya sehingga disukai publik namun inventor lebih menyukai menemukan atau menciptakan sesuatu.

Kewirausahaan mengacu pada perilaku yang meliputi:
1. Pengambilan inisiatif,
2. Mengorganisasi dan mengorganisasi kembali mekanisme sosial dan ekonomi untuk mengubah sumber daya dan situasi pada perhitungan praktis

Penerimaan terhadap resiko dan kegagalan.
Kewirausahaan meliputi proses yang dinamis sehingga dengan demikian timbul pengertian baru dalam kewirausahaan yakni sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resiko social, dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal.

Melalui pengertian tersebut, terdapat empat hal yang dimiliki oleh seorang wirausahawan yakni :

1. Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Pertambahan nilai ini tidak hanya diakui oleh wirausahawan semata namun juga audiens yang akan menggunakan hasil kreasi tersebut.

2. Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yang diberikan. Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalam kewirausahaan.

3. Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam hal ini resiko yang mungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko social.

4. Memperoleh reward. Dalam hal ini reward yang terpenting adalah independensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan pribadi. Sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai suatu bentuk derajat kesuksesan usahanya.

Pengambilan Keputusan untuk Berwirausaha

Setiap orang memiliki ide untuk berkreasi namun hanya sedikit orang yang tertarik untuk terus melanjutkan sebagai seorang wirausahawan. Berikut ini beberapa paparan yang menyebabkan seseorang mengambil keputusan untuk berwirausaha:

1. mengubah gaya hidup atau meninggalkan karir yang telah dirintis. Hal ini biasanya dipicu oleh keinginan untuk mengubah keadaan yang statis ataupun mengubah gaya hidupnya karena adanya suatu hal negative yang menimbulkan gangguan.

2. Adanya keinginan untuk membentuk usaha baru. Faktor yang mendukung keinginan ini antara lain adalah budaya juga dukungan dari lingkungan sebaya, keluarga, dan partner kerja. Dalam budaya Amerika dimana menjadi bos bagi diri sendiri lebih dihargai daripada bekerja dengan orang lain. Hal ini lebih memacu seseorang untuk lebih mengembangkan usaha daripada bekerja untuk orang lain. Selain itu, dukungan pemerintah juga menjadi faktor yang tak kalah penting. Dukungan ini dapat terlihat melalui pembangunan infrastruktur, regulasi yang mendukung pembentukan usaha baru, stabilitas ekonomi dan kelancaran komunikasi. Faktor selanjutnya adalah pemahaman terhadap pasar. Tentu saja hal ini menjadi penting terutama dalam meluncurkan produk baru ke pasaran. Selanjutnya adalah peranan dari model yang akan mempengaruhi dan juga memotivasi seorang wirausahawan. Faktor yang terakhir adalah ketersediaan finansial yang akan menunjang usaha.

Peranan wirausaha tidak hanya sekedar meningkatkan pendapatan perkapita tapi juga memicu dan mundukung perubahan struktur masyarakat dan bisnis. Dalam hal ini, pemerintah dapat berperan sebagai inovator. Pemerintah akan bergerak sebagi pelindung dalam memasarkan hasil teknologi dan kebutuhan sosial.

KATA KUNCI KEYWORDS:
Peluang Kerja sampingan,Bisnis Internet,Internet Marketing,Belajar Bisnis,Belajar Bisnis Internet,Belajar Bisnis Online,Belajar Internet Marketing,Informasi Peluang Bisnis, Peluang Usaha, Usaha Kecil Menengah, franchise Indonesia, bisnis Waralaba, Wirausaha, Pengusaha sukses, Cara Bisnis,Bisnis Online Di Rumah,bisnis online gratis,bisnis sampingan,Entrepreneurship,Bisnis sampingan ibu rumah tangga dari rumah,Peluang Kerja sampingan ibu rumah tangga,Bisnis untuk Ibu Rumah Tangga,Peluang Bisnis Ibu Rumah Tangga 2012,Bisnis sampingan ibu rumah tangga, Wirausaha

Disarikan dari Hisrich, R.D. dkk. 2005. Entrepreneurship. sixth edition. New York: McGraw-Hill.
Baca Selengkapnya...

Entrepreneurship Mahasiswa Bisnis Dari Rumah | Mahasiswa Punya Bisnis | Mahasiswa Jadi Pengusaha

Jiwa entrepreneur bisa dimiliki siapa saja, termasuk mereka yang masih berstatus mahasiswa. Memang tugas seorang mahasiswa sejatinya adalah belajar dengan sungguh-sungguh untuk menuntut ilmu, namun ada juga mahasiswa yang bisa melakukan lebih, yaitu belajar dan juga menjadi seorang pengusaha. Lalu model bisnis seperti apa yang bisa menjadi peluang usaha untuk mahasiswa dengan modal kecil?

Ada beberapa hal yang mendasari seorang mahasiswa ingin membangun sebuah bisnis, misalnya karna ingin menambah uang saku, ingin membantu orang tuanya, tidak ingin tergantung pada orang tua dalam hal keuangan, dan juga karena keinginan yang besar untuk berbisnis. Apapun alasannya, kegiatan berbisnis yang dilakukan seorang mahasiswa sebaiknya jangan sampai mengganggu kegiatan belajar.

Bagi Anda yang ingin memiliki bisnis sendiri, mungkin bisa mempertimbangkan beberapa peluang usaha untuk mahasiswa dengan modal kecil berikut ini:

1. Menjadi Ghost Writer

Buat Anda yang suka menulis artikel tentang topik tertentu, maka peluang usaha yang satu ini bisa Anda pertimbangkan. Seperti yang kita ketahui, saat ini ada banyak sekali web/ blog yang bertebaran di internet, website-website ini tentunya membutuhkan penulis konten untuk mengembangkan website/ blog mereka. Nah kesempatan ini bisa Anda manfaatkan dengan menawarkan jasa Anda di forum-forum terkenal, misalnya forum Ads-id.com, dan Kaskus.

Selain menawarkan jasa melalui forum-forum terkenal tersebut, kita juga bisa membangun blog sendiri dan menawarkan jasa ghost writer di sana. Untuk tarif menulis artikel biasanya ada standar umum, artikel berbahasa Inggris berbeda tarifnya dengan artikel berbahasa Indonesia. Sebaiknya pelajari dahulu tarif yang sesuai dengan jasa ghost writer yang Anda tawarkan, jangan sampai kemalahan atau terlalu murah.
2. Berbisnis Kuliner di Kampus

Kita tahu bahwa bisnis kuliner selalu dicari oleh masyarakat karena makanan memang kebutuhan pokok manusia. Bisnis kuliner juga bermacam-macam, mulai dari makanan berat/ makanan pokok, makanan camilan, sampai minuman. Pastikan bahwa bisnis kuliner yang dijalankan sesuai dengan selera dan juga sesuai dengan kantong anak mahasiswa.

Tentunya bisnis kuliner yang dijalankan akan lebih mudah dijalankan bila Anda punya kesempatan untuk menyewa konter di kantin kampus. Keuntungan bisnis kuliner ini biasanya lumayan besar dan cepat balik modal, apalagi bila Anda menjalankannya secara kontinu di area kantin kampus.
3. Menjual Jasa Desain

Peluang usaha ini sangat cocok bagi mereka yang punya keterampilan desain, misalnya dengan menggunakan photosop. Jasa desain ini bisa dijual ke mahasiswa lain yang memang membutuhkan jasa Anda, atau bisa juga dijual ke orang lain di luar kampus. Bila Anda menjual jasa desain tersebut ke orang lain di luar kampus, maka cara terbaik untuk promosi jasa Anda bisa dilakukan secara online melalui media sosial, forum, atau blog Anda.

Jasa desain ini bisa dalam bentuk desain logo, desain baju, desain banner, desain rumah, desain taman, dan lain-lain yang sesuai dengan keahlian Anda. Jika Anda ingin menjual jasa tersebut secara online, pastikan Anda memasarkannya dengan sebaik mungkin dengan memperlihatkan beberapa contoh desain terbaik yang pernah Anda buat. Ini akan menarik calon pelanggan untuk mencoba jasa desain yang Anda tawarkan.
4. Jasa Event Organizer

Bisnis ini sangat cocok untuk mereka yang aktif beroganisasi di kampus dan suka berinteraksi dengan orang lain. Biasanya mahasiswa yang aktif di kampus selalu punya peranan dalam kegiatan-kegiatan kepanitiaan di kampus dan mengasah kemampuan mereka di bidang event organizer.

Kegiatan atau event-event penting di kampus sering diadakan dengan sponsorship dengan pihak lain, misalnya acara event musik, bazar, dan lain-lain. Dengan pengalaman yang Anda miliki di organisasi kampus tentunya akan lebih dipercaya untuk mengadakan kegiatan event tersebut. Keuntungan yang bisa Anda dapatkan adalah dari sponsor yang mau mengeluarkan dana besar untuk promosi produk mereka di kampus Anda.

KATA KUNCI KEYWORDS:
Peluang Kerja sampingan,Bisnis Internet,Internet Marketing,Belajar Bisnis,Belajar Bisnis Internet,Belajar Bisnis Online,Belajar Internet Marketing,Informasi Peluang Bisnis, Peluang Usaha, Usaha Kecil Menengah, franchise Indonesia, bisnis Waralaba, Wirausaha, Pengusaha sukses, Cara Bisnis,Bisnis Online Di Rumah,bisnis online gratis,bisnis sampingan,Entrepreneurship
Baca Selengkapnya...

Toko online terpercaya, Apa Cirinya?

Seiring dengan banyaknya penipuan melalui dunia maya menjadikan bisnis online belum dipercaya bagi sebagian orang. Seseorang mungkin tertarik dengan produk yang kita tawarkan melalui dunia maya, namun mereka masih memiliki rasa takut untuk melakukan transaksi pembelian.

Hal itu sangatlah wajar, mengingat dalam melakukan transaksi jual beli di bisnis online ini para konsumen tidak bisa berhadapan langsung dengan para penjual. Berbeda dengan situasi pasar pada umumnya.

Kunci sukses dalam menjalankan bisnis online salah satunya adalah adanya rasa percaya diri dari konsumen untuk berani melakukan transaksi pembelian. Namun, konsumen harus bisa menganalisa sendiri bisnis online mana yang bisa dipercaya dan bisnis online mana yang rawan melakukan penipuan. Lalu, kira-kira untuk mengetahui bisnis online terpercaya, apa saja cirinya?
Memberikan informasi bisnis

Bisnis online akan mendapatkan kepercayaan dari banyak konsumen jika mampu menampilkan berbagi informasi seputar bisnis dan identitas Anda agar konsumen bisa menghubungi penjual atau pelaku bisnis melalui alamat kantor, email, no telepon maupun akun sosial media.
Menampilkan deskripsi produk secara rinci

Jika bisnis online menggunakan website, maka bisnis online terpercaya biasanya akan menampilkan deskripsi produk secara rinci dan lengkap. Misalnya dengan menampilkan foto-foto yang berkualitas baik disertai dengan jenis bahan, berat produk dan lain sebagainya.
Memberikan pelayanan dengan baik dan cepat

Terkadang seorang pelanggan membutuhkan respon yang baik dan cepat dari pemilik bisnis. Apalagi jika bisnis online masih terbilang baru, pastinya akan sangat wajar jika banyak konsumen yang mengajukan pertanyaan seputar produk. Jika bisnis online bisa melayani dengan semaksimal mungkin maka konsumen akan menganggap bisnis online tersebut sebagai bisnis toko online terpercaya walaupun ujungnya tidak membeli produk.
Menggunakan fasilitas rekening bank

Sebagian besar transaksi dalam bisnis online pasti menggunakan rekening bank. Bisnis online terpercaya biasanya akan menyediakan beberapa rekening bank yang berbeda, tujuannya untuk mempermudah para konsumen dalam melakukan proses transaksi.
Memberikan garansi

Bisnis online terpercaya biasanya akan memberikan fasilitas garansi baik pengembalian barang maupun uang. Tujuannya, jika ada komplain dari konsumen missal barang rusak, maka konsumen bisa diberikan ganti dengan barang yang masih baru dengan menggunakan garansi tersebut.
Menampilkan testimoni

Bisnis toko online terpercaya biasanya akan menampilkan testimoni terbaik dari konsumen mengenai produk yang dijual. Namun, untuk bisnis online yang masih baru mungkin belum mempunyai testimoni dari konsumen.
Baca Selengkapnya...

BELAJAR BISNIS

KATA PENGANTAR

Salam hangat...!! Sobat dan rekan-rekan...!! BLOG INI DOFOLLOW pada Kolom Komentar, Buku Tamu. silakan berkomentar atau tinggalkan sepatah dua patah kata..., isikan url blog atau website dengan benar, dapatkan backlink dari KAMI...Terimakasih atas kunjungan Anda!
MASUKKAN EMAIL ANDA, JIKA ANDA INGIN MENDAPATKAN TULISAN-TULISAN DARI ABE ONLINE LANGSUNG DIKIRIM KE EMAIL ANDA GRATIS

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

free counters